bab 4 sistem informasi ritel
Bab 4 Sistem Informasi Retail
A. Pengertian
Sistem Informasi Retail
Dalam bisnis ritel atau disebut juga
eceran dilakukan pencatatan dalam arus barang untuk memberikan informasi secara
terperinci mengenai keluar masuknya barang dalam
inventory. Dengan dilakukan pencatatan maka dapat
mengendalikan dan mengawasi barang yang masuk maupun barang yang keluar secara
akurat dan tepat.
![]()

Penggunaan sistem
informasi yang tepat dapat membantu mempersiapkan informasi yang akurat. Dengan
perkembangan bisnis yang semakin ketat, untuk dapat bersaing secara kompetitif
maka perusahaan retail perlu mempertimbangkan penggunaan sistem informasi.
Sistem informasi ritel adalah sistem yang berbasis pada pemanfaatan teknologi
dalam menunjang kegiatan perusahaan.
Sistem Informasi
Ritel (SIM Ritel) adalah suatu sistem informasi yang dikembangkan dengan
menggunakan pendekatan yang berbasis pada pemanfaatan teknologi terpadu
peralatan sistem mekanisasi pengolah data sebagai penyedia informasi untuk
menunjang semua aspek kegiatan yang berhubungan dengan operasional, manajemen,
analisis maupun dalam hal pembuatan keputusan.
Secara umum
struktur SIM Ritel tidak berbeda dengan sistem informasi manajemen lainnya,
meliputi:
1.
Tingkatan informasi untuk proses
transaksi, dalam hal ini fungsinya adalah sebagai
inquiry
response. Tingkatan ini biasanya menjadi tanggung jawab
dari staf atau clerk.
2.
Tingkatan informasi
untuk perencanaan operasional, pengendalian dan pengambilan keputusan.
Informasi yang berkaitan dengan kegiatan operasional setiap harinya dibutuhkan
oleh Lower Management yang berada
pada tingkatan ini untuk pengambilan keputusan.
3.
Tingkatan informasi
untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan. Pada tingkatan ini Middle Management membutuhkan informasi
yang datangnya dari tingkat perencanaan operasional maupun informasi dari luar
lingkungan perusahaan seperti informasi tentang pesaing. Informasi tersebut
nantinya akan menjadi dasar pembuatan rencana taktis perusahaan contohnya
pembuatan anggaran maupun pengambilan keputusan seperti penentuan jenis dan
harga barang.
4.
Tingkatan informasi
untuk perencanaan strategi, kebijakan, dan pengambilan keputusan. Tujuan dan
arah perusahaan ditentukan oleh Top
Management. Karena itu informasi yang berkaitan dengan kinerja perusahaan
dan keadaan lingkungan luar perusahaan perlu dimiliki oleh tingkat ini demi
kemajuan perusahaan.
Untuk membangun suatu Sistem Informasi Ritel dibutuhkan
beberapa elemen, meliputi:
1.
Perangkat keras
2.
Perangkat lunak
3.
Database
4.
Manual
procedur
5.
Petugas pengoperasian sistem
Jadi bisnis retail
tidak bisa terdiri dari satu kegiatan saja. Setelah mengetahui definisi
Manajemen dan Retail maka bisa dirumuskan manajemen retail adalah pengaturan
keseluruhan faktor-faktor yang berpengaruh dalam perdagangan retail, yaitu
perdagangan
langsung barang dan jasa kepada konsumen. Faktor-faktor
yang berpengaruh dalam bisnis retail adalah place,
price, product, dan promotion yang
dikenal sebagai 4P.

Retailtech Japan
B. Elemen-Elemen Sistem Informasi Ritel
Menurut O’Brien
dan Marakas (2010) menyebutkan terdapat
elemen sistem informasi manajemen ritel, meliputi:
1)
Perangkat keras yaitu
merupakan bagian fisik dari suatu teknologi, misalnya komputer, bagian dari
perangkat keras merupakan bagian fisik dari komputer yang bisa dilihat, disentuh.
2)
Perangkat lunak yaitu
merupakan bagian data yang disimpan secara digital, tidak bisa dilihat bukti fisiknya.
3)
Database yaitu merupakan
sekumpulan software atau berbentuk
data yang disimpan secara digital.
4)
Manual procedure yaitu merupakan
langkah dalam melakukan sesuatu, sehingga mempunyai kejelasan dalam melakukan
sesuatu.
5)
Petugas pengoperasian
sistem yaitu petugas yang bekerja dalam pengoperasian sistem. mereka bekerja
sesuai job description dan SOP tertentu.
Elemen-elemen di atas berinteraksi dalam suatu
sistem yang saling terkoneksi untuk membentuk jaringan informasi. Dalam
memetakan kebutuhan informasi yang diperlukan perusahaan maka terdapat beberapa
jaringan interkoneksi antara beberapa bagian berikut ini.

Gambar
4.1 Arus Informasi dan Arus Barang dalam Industri Ritel Sumber: Levy &
Weitz, 2004 (dalam Utami 2010, p.167)
Dalam proses ini
sistem informasi memberikan bantuan untuk pelaksanaan kegiatan retail dalam
memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan usaha retail. Proses penyediaan
barang merupakan sistem yang terintegrasi antara konsumen, usaha retail dan
supplier-nya. Proses yang dijelaskan dalam gambar alur
informasi dan barang dagangan (gambar di atas) memberikan penjelasan atas
rangkaian dari keinginan konsumen hingga akhirnya perusahaan ritel
menyediakannya. Menurut Utami (2010, p. 167) rangkaian pesan informasi sepanjang
sistem dan dapat dijelaskan sebagai berikut:
a)
Informasi atas
pembelian barang dari konsumen dicatat dalam terminal POS (Point of Sales). Data ini akan dikirimkan ke bagian pembelian atau
perencanaan. Informasi yang masuk diterima dan dimasukkan sebagai bagian
perencaaan untuk melakukan pembelian tambahan ataupun membuat keputusan mark down ( pemberian diskon ).
b)
Informasi pembelian
barang juga secara khusus akan diterima oleh komputer pedagang ritel, yang
memberikan informasi untuk melakukan pemesanan dan dikirim pada toko dengan
suatu sistem server yang disebut pertukaran data elektronik (Electronic Data Interchange = EDI). Data
yang dipertukarkan antara bagian ini dapat berupa dokumen bisnis, yang berasal
dari pedagang ritel ke penjual, dan sebaliknya. Dengan demikian, untuk suatu
barang yang sudah diorder secara rutin, akan dapat dilakukan pemesanan secara
otomatis.
c)
Kemudian bagian
pembelian atau perencanaan melakukan komunikasi dengan vendor atau penjual
untuk konfirmasi pemesanan barang. Dalam taraf ini biasanya ditentukan tanggal
pengiriman, syarat maupun termin pembayaran.
d)
Pembeli atau
perencanaan kemudian memberikan informasi itu kebagian distribusi untuk
melakukan koordinasi aktivitas pengantaran.
e)
Para manajer toko
juga dapat melakukan komunikasi dengan pusat distribusi meminta pengantaran dan
memeriksa status persediaan.
Lebih lanjut
pembahasan mengenai terminologi dan penggunaan EDI dan POS akan dijelaskan pada
bagian lain dari modul ini.
Sistem informasi
yang baik akan mampu mengoordinasi mulai dari bagian pembelian dan penyediaan,
yang memungkinkan adanya keuntungan dari peluang pembelian khusus dengan jumlah
tertentu. Di sisi lain, dengan data pelanggan yang tepat maka akan dapat menurunkan
biaya operasional yang memotong biaya penyimpanan, biaya transportasi, dan
biaya overhead lainnya.
Komentar
Posting Komentar