C. Keputusan dalam Penerapan Sistem informasi dalam Ritel
C. Keputusan dalam Penerapan Sistem informasi dalam Ritel
Setelah vendor melakukan pengiriman barang dagang
ke pusat distribusi ataupun melakukan pengiriman langsung kepada peritel.
Peritel dapat mengumpulkan informasi pembelian bagi pelanggan, informasi ini
juga bisa digunakan oleh pemasok untuk merancanakan transaksi dalam bisnis
ritel.
Setelah mengetahui
kebutuhannya, kemudian manajemen perlu mempertimbangkan peningkatan informasi
yang akan memberikan dampak pada perusahaan. Beberapa keuntungan yang akan
didapat perusahaan dengan menerapkan sistem informasi dalam
Keuntungan dalam
sistem informasi dan jaringan manajemen menurut Utami (2010) adalah: a.
Menambah ketersediaan produk
Dengan adanya
sistem informasi maka perusahaan ritel dengan cepat memenuhi kepentingan dalam
pemenuhan persediaan barang dagangan yang habis (berkurang) dan mendapatkan
informasi selera pelanggan terhadap pilihan barang dagangan dengan jelas mengenai
“apa”, “berapa” dan
“di mana”. Untuk
memenuhi kebutuhan spesifik, terutama untuk perusahaan retail yang
besar maka perusahaan ritel dapat lebih baik mempersiapkan barang dengan
menyimpan lebih banyak untuk barang- barang kategori cepat habis.
b. Meningkatkan return on invesment
Kinerja perusahaan
ritel dapat dilihat dengan kemampuannya untuk meningkatkan target pengembalian
atas investasi (return on investment/ROI).
Dengan menerapkan sistem informasi yang menunjang rantai pasokan yang lebih
efisien maka laba perusahaan dapat meningkatkan laba dan mengurangi biaya-biaya
pembelian, penyimpanan dan kerusakan. Dengan adanya sistem informasi maka
penjualan bersih dapat meningkat dengan menyediakan produk-produk yang lebih
tepat dan memberikan insentif sesuai dengan informasi yang dihasilkan dari
sistem tersebut.
D.
D. Peranan SIM
pada Sebuah Perusahaan Ritel
Dengan terminologi
yang sudah dijelaskan di atas, sangat jelas bahwa adanya pusat data (database) dalam SIM sangat menunjang
kegiatan dalam bisnis ritel, karena melalui sistem informasi ini banyak
informasi yang didapatkan sehingga memudahkan transaksi dalam bisnis ritel.
SIM ritel yang
banyak digunakan adalah
sebagai berikut (O’Brien dan Marakas, 2010):
a.
Transaction
Processing Systems ( TPS )
TPS digunakan untuk
kegiatan internal maupun eksternal perusahaan yang masih menyangkut dengan
masalah barang dalam perusahaan seperti gaji karyawan, order pembelian
konsumen.
b.
Process
Control Systems ( PCS )
PCS berguna untuk
proses dalam pelaksaanaan bisnis ritel misalnya barang masuk, barang keluar,
pencatatan dalam gudang.
c.
Office
Automation Systems ( OAS )
OAS berfungsi untuk menyimpan data
atau dokumen yang terkait dengan perusahaan.
Peranan sistem
informasi dalam bisnis dapat semakin meningkatkan laba perusahaan dengan cara
(Rangkuti, 2004):
a.
Meningkatkan efisiensi operasional
Ketika banyak hal
yang harus dilakukan, melalui sistem manajemen informasi ini kita hanya cukup
untuk mengunduh atau membuka web berkaitan mengenai hal yang ingin
b.
Memperkenalkan inovasi dalam bisnis
Inovasi baru
membuat semua pekerjaan lebih efisien seperti ATM dalam dunia perbankan. Untuk
usaha ritel misalnya penggunaan mesin kasir dan sistem pembelian.
c.
Membangun sumber-sumber informasi strategis
E.
Komentar
Posting Komentar